Semuanya bermula di bawah terik matahari tahun 2014. Di tengah derap langkah seragam Paskibraka, sepasang mata saling menemukan. Namun, momen yang paling melekat justru terjadi di sebuah sudut sederhana: Pom Bensin Kranon. Di sana, sang pria melihat wanitanya—bukan sebagai rekan organisasi, melainkan sebagai sosok yang diam-diam ia kagumi dalam doa yang belum terucap.
Waktu sempat membawa mereka pada jalan yang berbeda, namun takdir tak pernah benar-benar tidur. Lima tahun berselang, tepat di tahun 2019, sebuah pesan singkat di Instagram menjadi jembatan yang menghubungkan kembali dua jiwa yang sempat menjauh. Tak butuh waktu lama bagi sang pria untuk membuktikan kesungguhannya; ia menempuh perjalanan dari Jogja Utara menuju Jogja Selatan, mengetuk pintu rumah sang wanita untuk membawa niat yang tulus.
Sejak hari itu, janji suci mulai dirajut. Tujuh tahun penantian bukanlah waktu yang singkat. Di dalamnya, tersimpan ribuan lembar cerita: tentang tawa yang paling renyah, air mata yang jatuh dalam hening, hingga perjuangan yang nyaris mematahkan semangat. Namun, setiap badai justru memperkuat akar cinta kami.
Pada Mei 2025, kami akhirnya sepakat untuk saling mengikat janji, memantapkan hati untuk melangkah satu tingkat lebih dekat menuju kehidupan baru yang akan kami jalani bersama selamanya.
Kini, cinta itu telah berlabuh di dermaga yang tepat. Kami menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan rencana indah Sang Pencipta. Kami yakin, kami adalah dua jiwa yang diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi, menghabiskan sisa waktu dalam satu ayunan langkah, hingga akhirnya napas terakhir memisahkan.
“Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang datang paling cepat, tapi tentang siapa yang tetap bertahan hingga garis akhir.”